Asisten I Pimpin Pembahasan Raperbup Penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif

Asisten I Sekdakab. Way Kanan memimpin Rapat Pembahasan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif di ruang kerjanya, Kamis (18 Maret 2021). Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Bagian Hukum, Aris Supriyanto, S.H., MH, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Raminto, S.Pd, Kasubag Perundang-Undangan, Frisman Yudiharnata, SH., MKn. dan Mitra Himpaudi, Catri Marintias.

Pembentukan Raperbup Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif merupakan tindaklanjut atas Perpres Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. Dalam perpres tersebut, pemerintah daerah dalam penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif mempunyai tanggung jawab, diantaranya adalah untuk melaksanakan pelayanan pengembangan anak usia dini, melakukan bimbingan teknis kepada penyelenggara pelayanan, melakukan suvervisi atas kegiatan pengembangan anak usia dini, melakukan advokasi, memberikan pelatihan kepada penyelenggara dan/atau tenaga pelayanan serta melakukan evaluasi dan pelaporan. Selain itu, dalam pelaksanaan PAUD Holistik-Integratif, pemerintah daerah dapat membentuk Gugus Tugas Kabupaten/Kota PAUD Holistik-Integratif yang berasal dari unsur pendidikan dan kebudayaan, Kesehatan, sosial, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana, perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, agama, dan unsur lain yang terkait.

“Raperbup tentang Penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif di Kabupaten Way Kanan merupakan upaya pelaksanaan teknis atas pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis dan terintegrasi, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta antar SKPD terkait ” Ujar Selan, S.Sos., MM, Asisten I Sekdakab. Way Kanan.

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa substansi materi Raperbup tentang Penyelenggaraan PAUD Holistik-Integratif tidak hanya memuat pelaksanaan teknis atas tanggung jawab pemerintah daerah, juga memuat tentang pembentukan gugus tugas, siapa melakukan apa, serta pengawasannya sehingga dapat terwujudnya anak Way Kanan yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.